Contoh Soal TKA SMA Bahasa Indonesia dan Rincian Penjelasannya Contoh Soal TKA SMA Bahasa Indonesia dan Rincian Penjelasannya

Contoh Soal TKA SMA Bahasa Indonesia dan Rincian Penjelasannya

13 Mei 2026 10 menit baca 35x dibaca Bahasa Indonesia
Contoh Soal TKA SMA Bahasa Indonesia dan Rincian Penjelasannya

Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Indonesia di jenjang SMA menuntut siswa untuk tidak hanya memahami isi teks, tetapi juga mampu menafsirkan, menyimpulkan, hingga menganalisis hubungan antargagasan secara kritis. Banyak siswa merasa kesulitan karena soal-soalnya menuntut ketelitian dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu, memahami pola soal serta cara menjawabnya menjadi langkah penting agar siswa lebih siap menghadapi asesmen.

Pada artikel ini, kamu akan menemukan contoh soal TKA Bahasa Indonesia lengkap dengan pembahasan, sehingga dapat membantu siswa berlatih sekaligus memahami logika di balik setiap jawaban. Materi disusun berdasarkan kompetensi yang diujikan, sehingga mudah dipelajari dan relevan dengan kebutuhan asesmen saat ini.


Teks untuk soal nomor 1 s.d. 4

Lautan mengalami ancaman pemanasan dan menjadi semakin asam karena kita terus memompa lebih banyak CO2 ke atmosfer. Selain itu, lautan juga menghadapi ancaman lain dari manusia, yakni penggunaan plastik. Kehidupan modern saat ini didominasi oleh kemasan makanan berbahan plastik yang diolah dengan teknologi tinggi dan digunakan setiap hari oleh masyarakat. Dalam sebuah laporan telah disebutkan bahwa pada tahun 2050 sampah plastik di laut akan lebih banyak daripada jumlah ikan apabila kecenderungan ini terus berlanjut. Hal tersebut merupakan sebuah ancaman besar.

Dibutuhkan tindakan skala besar untuk berpindah dari kecenderungan tersebut mengingat banyak pihak yang terlibat dalam bidang pekerjaan ini. Masyarakat sektor swasta dan masyarakat sipil perlu mobilisasi untuk menangkap peluang ekonomi lain di luar dari pengelolaan plastik.

Solusi tersebut tidak mudah. Fakta bahwa harga minyak yang rendah mengakibatkan biaya yang dibutuhkan untuk daur ulang plastik jauh lebih mahal daripada memproduksi yang baru. Kondisi lain yang menunjukkan ekonomi di negara berkembang tumbuh lebih besar menjadikan penggunaan plastik juga meningkat. Solusi yang dibutuhkan adalah cara kita menggunakan plastik. Misalnya dengan mengurangi penggunaan plastik dalam kemasan atau menggunakannya kembali sebanyak yang kita bisa.

Produsen plastik juga dapat membantu dalam pengelolaan plastik, seperti memproduksi barang-barang plastik yang dapat digunakan kembali atau beralih ke plastik yang dapat dijadikan kompos. Solusi apa pun akan membawa perubahan besar dalam cara menggunakan produk yang terbuat dari plastik.

No Soal1
KompetensiPemahaman Tekstual
Sub KompetensiMengidentifikasi penggunaan kata serapan dari bahasa daerah/asing dalam berbagai bidang
Bentuk SoalPilihan Ganda (PG)

Makna istilah mobilisasi pada paragraf kedua teks tersebut adalah ….

  1. bergerak bersama 
  2. melangkah cepat
  3. beradu cepat
  4. mengatur bersama
  5. berpikir bersama
Penjelasan

Pada paragraf kedua, kata mobilisasi digunakan dalam konteks “masyarakat sektor swasta dan masyarakat sipil perlu mobilisasi untuk menangkap peluang ekonomi lain…”. Makna mobilisasi di sini adalah menggerakkan dan mengatur berbagai pihak agar bertindak bersama secara terkoordinasi.

Dari pilihan yang ada, makna yang paling mendekati adalah:

➡️ mengatur bersama

Karena menunjukkan adanya proses menggerakkan, mengoordinasikan, dan mengatur banyak pihak untuk mencapai tujuan tertentu.


No Soal2
KompetensiPemahaman Inferensial
Sub KompetensiMenyimpulkan ide pokok, gagasan pendukung, tokoh, peristiwa, latar, konflik, atau nilai-nilai dalam teks
Bentuk SoalPilihan Ganda (PG)

Apa gagasan utama yang disampaikan pada paragraf pertama teks tersebut?

  1. Ancaman plastik terhadap lautan.
  2. Efek dari pemanasan laut.
  3. Kadar tingkat keasaman laut.
  4. Pemompaan CO2 ke atmosfer.
  5. Ancaman bagi negara berkembang.
Penjelasan

Paragraf pertama membahas dua ancaman utama bagi lautan:

  1. Pemanasan dan pengasaman laut akibat CO₂, lalu
  2. Ancaman lain dari manusia, yaitu penggunaan plastik, yang bahkan diprediksi akan membuat jumlah sampah plastik di laut lebih banyak daripada ikan pada 2050.

Fokus utama paragraf tersebut adalah ancaman plastik sebagai masalah besar bagi lautan, karena bagian ini mendapat penekanan paling kuat dan menjadi inti peringatan dalam paragraf. Jadi, gagasan utama paragraf pertama adalah ancaman plastik terhadap lautan.


No Soal3
KompetensiPemahaman Literal
Sub KompetensiMenjelaskan hubungan makna antarkalimat dan/atau antarparagraf dalam teks
Bentuk SoalPGK MCMA

Mengapa lautan menghadapi ancaman pada 2050?

Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

  1. Sampah plastik di laut akan lebih banyak daripada jumlah ikan.
  2. Lautan akan terus mengalami pemanasan dan semakin asam.
  3. Manusia terus memompa lebih banyak CO2 ke atmosfer.
  4. Jumlah ikan yang terancam punah semakin banyak.
  5. Penggunaan plastik terus meningkat dan tidak dikelola dengan baik
Penjelasan

Pertanyaan menanyakan mengapa lautan menghadapi ancaman pada 2050. Dalam paragraf pertama disebutkan prediksi bahwa:

“pada tahun 2050 sampah plastik di laut akan lebih banyak daripada jumlah ikan apabila kecenderungan ini terus berlanjut.”

Pernyataan ini adalah ancaman paling spesifik dan langsung terkait tahun 2050, sehingga menjadi alasan utama mengapa lautan menghadapi ancaman pada tahun tersebut.

Jadi, jawabannya adalah: A dan E


No Soal4
KompetensiEvaluasi dan Apresiasi
Sub KompetensiMenilai ketepatan dan kesesuaian penggunaan bahasa dalam teks
Bentuk SoalPGK Kategori

Solusi tersebut tidak mudah.”

Mengapa penulis menggunakan kalimat tersebut pada teks?

Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut!

#PernyataanBenarSalah
A.Menginformasikan kepada pembaca bahwa pemecahan masalah sampah merupakan tanggung jawab utama kita sebagai masyarakat sipil sehingga sulit untuk diselesaikan.  
B.Menunjukkan kepada pembaca bahwa permasalahan sampah plastik sangat rumit dan tidak bisa diselesaikan dalam jangka waktu singkat.  
C.Membuktikan kepada pembaca bahwa  permasalahan sampah yang rumit disebabkan pemecahan masalah yang bergantung pada perekonomian negara berkembang.  

Penjelasan

A. Menginformasikan kepada pembaca bahwa pemecahan masalah sampah merupakan tanggung jawab utama kita sebagai masyarakat sipil sehingga sulit untuk diselesaikan.

❌ Salah Teks tidak menyatakan bahwa kesulitan solusi disebabkan oleh masyarakat sipil sebagai pihak utama. Kalimat “Solusi tersebut tidak mudah” merujuk pada kompleksitas masalah plastik, bukan pada siapa yang bertanggung jawab.

B. Menunjukkan kepada pembaca bahwa permasalahan sampah plastik sangat rumit dan tidak bisa diselesaikan dalam jangka waktu singkat.

✔ Benar Ini sesuai konteks. Paragraf tersebut menjelaskan bahwa:

  • banyak pihak terlibat,
  • harga minyak rendah membuat daur ulang mahal,
  • ekonomi negara berkembang meningkatkan penggunaan plastik.

Semua ini menunjukkan kerumitan masalah, sehingga wajar penulis menegaskan bahwa “solusi tersebut tidak mudah”.

C. Membuktikan kepada pembaca bahwa permasalahan sampah yang rumit disebabkan pemecahan masalah yang bergantung pada perekonomian negara berkembang.

❌ Salah Teks memang menyebut ekonomi negara berkembang sebagai salah satu faktor, tetapi bukan satu‑satunya penyebab dan bukan alasan utama penulis menulis kalimat tersebut. Kalimat “Solusi tersebut tidak mudah” merujuk pada keseluruhan kompleksitas, bukan hanya faktor ekonomi negara berkembang.

✔ Kesimpulan

Salah – Benar – Salah adalah jawaban yang tepat.


Teks untuk soal 5 s.d. 7

“E…gurumu itu orang desa ini juga. Pasti tahu bahwa saat ini musim maddongi (mengusir burung saat buah padi mulai menguning). Besok kau menghadap, sampaikan bahwa kau membantu Ayah di sawah. Nah, pasti gurumu mengerti mengapa kamu tidak ke sekolah.”

Aku terpana. Jawaban Ayah benar-benar membuatku hampir menangis histeris. Bagaimana tidak. Lomba semakin dekat, sementara masih banyak materi yang belum aku paham. Terbayang aku akan hancur dan tidak bisa bersaing dengan siswa sekolah lain. Ingin rasanya aku berteriak agar Ayahku tahu bagaimana kacaunya pikiranku. Namun, aku sadar bahwa ini adalah perbuatan yang tidak akan menyelesaikan masalah. Malah akan semakin membuat Ayahku geram. Otakku terus berpikir untuk mencari solusi terbaik. Sambil berjalan mengikuti Ayah dari belakang, aku mulai menyusun strategi. “Bagaimana kalau aku ke rumah iyye-ku (nenek), menyampaikan masalahku ini. Ya, hanya dia yang mampu menundukkan Ayah.”

Esok harinya, sepulang sekolah, kuayunkan sepedaku menuju rumah iyye-ku.

“Kenapa kamu lesu?” Iyye menanyakan keadaanku. Aku pun menceritakan semuanya kepada iyye.

“Ya sudah, tidak usah sedih. Nanti kusampaikan pada ayahmu. Kau ke dalam, makan dulu, baru pulang,” ujar iyye-ku.

    (Piala di Atas Dangau, Muhammad Isrul, dengan penyesuaian)

No Soal5
KompetensiPemahaman Inferensial
Sub KompetensiMenyimpulkan ide pokok, gagasan pendukung, tokoh, peristiwa, latar, konflik, atau nilai-nilai dalam teks
Bentuk SoalPGK Kategori

Apa permasalahan yang dihadapi tokoh aku dalam kutipan tersebut?

Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut!

#PernyataanBenarSalah
A.Kekecewaan dan kesedihan tokoh aku terhadap sikap Ayahnya yang tidak mengizinkannya masuk sekolah di musim maddongi, padahal dia harus mempersiapkan diri untuk bersaing dalam lomba dengan siswa sekolah lain.  
B.Kemarahan hati tokoh aku terhadap Ayahnya yang melarang dia pergi sekolah karena sedang musim maddongi di sawah dan dia diberi tugas menghalau burung yang hinggap pada padi di sawah mereka.  
C.Perasaan tertekan tokoh aku terhadap peraturan keluarganya yang mengharuskan dia tidak masuk sekolah setiap musim maddongi, padahal dia ingin sekali belajar dan tidak mau ketinggalan pelajaran.

Penjelasan

A. Kekecewaan dan kesedihan tokoh aku terhadap sikap Ayahnya yang tidak mengizinkannya masuk sekolah di musim maddongi, padahal dia harus mempersiapkan diri untuk bersaing dalam lomba dengan siswa sekolah lain.
→ BENAR
Ini sesuai isi teks. Tokoh aku sangat sedih dan hampir menangis karena larangan Ayah membuatnya terancam tidak siap menghadapi lomba.

B. Kemarahan hati tokoh aku terhadap Ayahnya yang melarang dia pergi sekolah karena sedang musim maddongi di sawah dan dia diberi tugas menghalau burung yang hinggap pada padi di sawah mereka.
→ SALAH
Tokoh aku tidak digambarkan marah, tetapi lebih ke sedih, kecewa, dan tertekan. Ia bahkan menahan diri agar tidak berteriak karena tahu itu tidak menyelesaikan masalah.

C. Perasaan tertekan tokoh aku terhadap peraturan keluarganya yang mengharuskan dia tidak masuk sekolah setiap musim maddongi, padahal dia ingin sekali belajar dan tidak mau ketinggalan pelajaran.
→ SALAH
Masalahnya bukan peraturan keluarga, tetapi keputusan Ayah pada saat itu. Tidak ada informasi bahwa ini aturan keluarga yang berlaku setiap tahun.


No Soal6
KompetensiPemahaman Inferensial
Sub KompetensiMemprediksi lanjutan atau akhir uraian/cerita berdasarkan bagian tertentu dalam teks
Bentuk SoalPGK MCMA

Apa yang akan terjadi jika tokoh aku tidak datang ke rumah iyye?

Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

  1. Iyye akan datang menasehati Ayah karena melarang tokoh aku untuk belajar.
  2. Tokoh aku akan kehilangan kesempatan belajar untuk mengikuti
  3. Ayah akan tetap melarang tokoh aku untuk belajar dan mengikuti lomba.
  4. Permasalahan tokoh aku dan ayah akan berlarut karena tidak terselesaikan.
  5. Tokoh aku tidak akan bisa fokus untuk belajar dan mengikuti lomba yang diadakan sekolah.
Penjelasan

Untuk menjawabnya, kita perlu melihat fungsi kedatangan tokoh aku ke rumah iyye dalam cerita:

  • Tanpa bantuan iyye, konflik dengan Ayah tidak akan terselesaikan.
  • Iyye adalah satu‑satunya orang yang “mampu menundukkan Ayah”.
  • Iyye berperan sebagai penengah agar tokoh aku tetap bisa belajar dan mengikuti lomba.

maka option B dan D benar. Hal ini dikarenakan Jika tidak datang ke rumah iyye, tidak ada yang membela atau menjelaskan kondisinya kepada Ayah. Akibatnya, ia tetap harus membantu di sawah dan kehilangan waktu belajar. Ditambah lagi, Iyye adalah mediator. Tanpa kedatangannya, masalah tetap menggantung dan hubungan ayah–anak tetap tegang


No Soal7
KompetensiEvaluasi dan Apresiasi
Sub KompetensiMenilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari-hari
Bentuk SoalPilihan Ganda (PG)

Keterkaitan nilai sosial  dalam kutipan cerpen tersebut dengan kehidupan sehari-hari adalah …

  1. Masih ditemukan orang tua yang tidak memedulikan pendidikan anaknya demi membantu pekerjaan mereka.
  2. Terbenturnya cita-cita anak karena tradisi sebuah keluarga yang mengutamakan anak mampu bekerja mandiri.
  3. Asumsi bahwa bekerja lebih bermanfaat daripada sekolah yang dianggap tidak menghasilkan apa-apa untuk keluarga.
  4. Kebiasaan anak-anak tidak sekolah di musim maddongi demi menjalankan tradisi di lingkungan keluarga mereka.
  5. Orang tua mengarahkan anak-anak untuk rajin bekerja membantu mereka di sawah agar bisa melanjutkan kehidupannya kelak.
Penjelasan

Jawaban A dan D

A : Sangat sesuai.
Dalam cerpen, Ayah lebih mengutamakan pekerjaan di sawah (maddongi) daripada pendidikan anaknya. Ini mencerminkan kondisi nyata di beberapa daerah, terutama di pedesaan.

D : Relevan dengan konteks budaya. Cerpen menyebut maddongi sebagai tradisi yang membuat anak harus membantu orang tua. Ini juga terjadi dalam kehidupan nyata di beberapa daerah agraris.


tag: contoh soal tka bahasa indonesia sma, soal tka bahasa indonesia, tka bahasa indonesia sma, contoh soal tka sma lengkap, latihan tka bahasa indonesia, pembahasan tka bahasa indonesia sma, kisi-kisi tka bahasa indonesia sma, asesmen tka bahasa indonesia, contoh soal literasi membaca sma, soal tka dan pembahasan bahasa indonesia, materi tka bahasa indonesia sma, contoh soal tka terbaru, tka bahasa indonesia kurikulum merdeka, latihan soal tka sma bahasa indonesia

Topik

Bacaan Terkait