Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Salah satu bukti perkembangan itu adalah hadirnya kata serapan, yaitu kata-kata yang berasal dari bahasa lain dan kemudian digunakan dalam bahasa Indonesia. Kehadiran kata serapan membuat bahasa kita semakin kaya, modern, dan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian kata serapan, sumbernya, jenis penyerapan, aturan penulisan, hingga contoh lengkapnya.
Apa Itu Kata Serapan?
Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah yang masuk ke dalam bahasa Indonesia melalui proses penyerapan. Kata tersebut bisa dipakai apa adanya, disesuaikan ejaannya, atau diubah sepenuhnya agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Kata serapan muncul karena:
- Interaksi budaya
- Perkembangan ilmu pengetahuan
- Pengaruh agama
- Perdagangan
- Globalisasi dan teknologi
Sumber Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia
Kata serapan berasal dari berbagai bahasa. Berikut beberapa sumber utama:
1. Bahasa Daerah
Indonesia memiliki 718 bahasa daerah yang diakui secara resmi menurut data dari Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) per tahun 2024. Jumlah ini mencakup bahasa-bahasa yang digunakan oleh berbagai suku bangsa di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.
Bahasa daerah ini terbagi dalam berbagai rumpun bahasa, seperti:
- Bahasa Austronesia (mayoritas)
- Bahasa Papua (di wilayah Papua dan sekitarnya)
- Bahasa-bahasa lainnya yang tersebar di berbagai daerah.
Meskipun jumlahnya sangat banyak, banyak bahasa daerah kini terancam punah karena berbagai faktor, seperti globalisasi, perkembangan teknologi, dan kurangnya regenerasi penutur asli. Upaya pelestarian terus dilakukan untuk menjaga kekayaan budaya dan linguistik Indonesia.
Contoh:
- Gubuk (dari gubug di Bahasa Jawa) – rumah kecil atau pondok
- Loreng (dari lorèng di Bahasa Jawa) – corak garis-garis
- Jajanan (dari jajanan di Bahasa Sunda) – makanan ringan (tetapi sering digunakan dalam konteks umum)
- Tutur (dari tutur di Bahasa Sunda) – perkataan atau nasihat
- Punya (dari punyo di Bahasa Minang) – milik
- Kasih (dari kasiah di Bahasa Minang) – kasih atau cinta
2. Bahasa Sanskerta
Bahasa Indonesia telah menyerap banyak kata dari bahasa Sanskerta, terutama melalui pengaruh agama Hindu dan Buddha yang masuk ke Nusantara sejak abad ke-4 Masehi. Kata-kata serapan dari bahasa Sanskerta ini banyak digunakan dalam konteks keagamaan, sastra, pemerintahan, dan kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh kata serapan dari bahasa Sanskerta yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia:
- Budaya (dari buddhi) – akal atau pikiran
- Jaya (dari jaya) – menang atau sukses
- Agama (dari āgama) – ajaran atau keyakinan
- Swasta (dari swa-asta) – pribadi atau bukan milik negara
- Karma (dari karma) – akibat perbuatan
- Maya (dari maya) – ilusi
- Panca (dari pañca) – lima
- Pemerintah (dari pari- + manta, artinya “orang yang memerintah”)
- Raja (dari rāja) – penguasa atau raja
- Patih (dari pati, artinya “kepala” atau “pemimpin”)
- Bandara (dari bandharāwa, artinya “pelabuhan”)
- Negara (dari nagara) – negara atau kota
- Kota (dari kota, artinya “kota” atau “benteng”)
- Desa (dari deśa) – wilayah atau kampung
- Wangsa (dari vaṃśa) – keturunan atau dinasti
- Putra (dari putra) – anak laki-laki
- Sastra (dari śāstra) – ilmu pengetahuan atau karya tulis
- Karya (dari kāvya) – puisi atau karya sastra
- Gita (dari gīta) – nyanyian atau lagu
- Tari (dari nṛtya) – gerakan berirama yang indah
- Drama (dari drāma) – pertunjukan atau cerita
- Raga (dari rāga) – warna atau suasana hati
- Bentuk (dari vyaṃta) – susunan atau struktur
- Hias (dari viśeṣa) – ornamen atau dekorasi
- Warna (dari varṇa) – corak atau jenis
- Suara (dari śabda) – bunyi atau nada
- Angka (dari aṅka) – simbol bilangan
- Ruang (dari rūpa) – tempat atau dimensi
- Waktu (dari kāla) – masa atau periode
- Cita (dari citta) – keinginan atau angan-angan
- Jiwa (dari jīva) – nyawa atau roh
- Surga (dari svarga) – tempat yang menyenangkan
- Neraka (dari naraka) – tempat siksaan
- dan masih banyak lagi
3. Bahasa Arab
Bahasa Arab telah memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap bahasa Indonesia, terutama melalui penyebaran agama Islam sejak abad ke-13 Masehi. Kata-kata serapan dari bahasa Arab banyak digunakan dalam konteks keagamaan, pemerintahan, hukum, perdagangan, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari. Berikut adalah contoh-contohnya:
- Ilmu dari علم (‘Ilm) – Pengetahuan
- Hikmah dari حكمة (Ḥikmah) – Kebijaksanaan
- Akal dari عقل (‘Aql) – Kemampuan berpikir
- Hukum dari حكم (Ḥukm) – Peraturan atau undang-undang
- Adat dari عادة (‘Ādah) – Kebiasaan atau tradisi
- Dunia dari دنيا (Dunyā) – Alam atau kehidupan di bumi
- Akhirat dari آخرة (Ākhirah) – Kehidupan setelah kematian
- Sabar dari صبر (Ṣabr) – Ketabahan dalam menghadapi cobaan
- Syukur dari شكر (Shukr) – Ungkapan terima kasih kepada Allah
- Adab dari أدب (Adab) – Sopan santun
- Akhlak dari أخلاق (Akhlaq) – Moral atau perilaku
- Tahta dari تخت (Takht) – Kursi kerajaan
- Nurani dari نوراني (Nūrānī) – Hati nurani
- dan masih banyak lagi
4. Bahasa Portugis
Bahasa Portugis memiliki pengaruh yang lebih terbatas dibandingkan dengan bahasa Arab atau Sanskerta dalam bahasa Indonesia, tetapi tetap meninggalkan jejak yang cukup signifikan, terutama di wilayah yang pernah menjadi pusat perdagangan dan kolonialisme Portugis di Indonesia. Pengaruh bahasa Portugis terbesar terjadi di Maluku (seperti Ambon, Ternate, dan Tidore), serta di beberapa daerah lain yang berinteraksi dengan pedagang dan misionaris Portugis.
Berikut adalah contoh-contohnya:
- Mentega dari manteiga – Lemak susu yang dihasilkan dari krim
- Keju dari queijo – Makanan olahan dari susu
- Tembakau dari tabaco – Daun yang digunakan untuk membuat rokok
- Garpu dari garfo – Alat makan untuk menusuk makanan
- Jendela dari janela – Lubang kaca untuk masuknya cahaya
- Gereja dari igreja – Tempat ibadah umat Kristen
- Kemeja dari camisa – Pakaian bagian atas
- Sekolah dari escola – Tempat belajar
- Minggu dari domingo – Hari pertama dalam minggu
- dan masih banyak lagi
5. Bahasa Belanda
Bahasa Belanda memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap bahasa Indonesia, terutama karena penjajahan Belanda selama hampir 350 tahun (1602–1945). Selama periode tersebut, bahasa Belanda menjadi bahasa resmi pemerintahan, pendidikan, hukum, dan administrasi di Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Akibatnya, ribuan kata serapan dari bahasa Belanda masuk ke dalam bahasa Indonesia, terutama dalam bidang teknologi, pemerintahan, hukum, pendidikan, militer, dan kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah penjelasan mendetail mengenai penyerapan bahasa Belanda ke dalam bahasa Indonesia, beserta contoh-contohnya:
Ciri-Ciri Kata Serapan dari Bahasa Belanda
- Pengucapan yang disesuaikan dengan bahasa Indonesia
- Huruf Belanda yang tidak ada dalam bahasa Indonesia sering disesuaikan, misalnya:
- C dalam cent diucapkan sebagai s (misal: cent → sen)
- G dalam goed diucapkan sebagai g keras (misal: goed → gut)
- J dalam jas diucapkan sebagai y (misal: jas → yas)
- V dalam vracht diucapkan sebagai f (misal: vracht → frak)
- W dalam water diucapkan sebagai v (misal: water → vater)
- Huruf Belanda yang tidak ada dalam bahasa Indonesia sering disesuaikan, misalnya:
- Penyesuaian ejaan
- Kata-kata Belanda sering kali mengalami perubahan ejaan untuk memudahkan pengucapan dalam bahasa Indonesia, misalnya:
- Kantoor → Kantor
- Politie → Polisi
- Treinstation → Stasiun kereta
- Spoorweg → Sepur (dalam konteks kereta api)
- Administratie → Administrasi
- Akte → Akta
- Universiteit → Universitas
- Kantine → Kantin
- Olie → Oli
- Stuur → Setir
- Claxon → Klakson
- Benzine → Bensin
- Pistool → Pistol
- Korporaal → Kopral
- Koffie → Kopi
- Koffer → Koper
- Kaart → Kartu
- Envelop → Amplop
- Fabriek → Pabrik
- dan masih banyak lagi
- Kata-kata Belanda sering kali mengalami perubahan ejaan untuk memudahkan pengucapan dalam bahasa Indonesia, misalnya:
6. Bahasa Inggris
Bahasa Inggris memiliki pengaruh yang sangat besar dan terus meningkat terhadap bahasa Indonesia, terutama sejak abad ke-20 hingga sekarang.
Ciri-Ciri Penyerapan Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia
- Pengucapan yang disesuaikan
- Kata-kata Inggris sering kali diucapkan dengan pelafalan Indonesia, misalnya:
- Internet → diucapkan “i-nter-net” (bukan “in-ter-net”)
- Smartphone → diucapkan “smar-tfon” (bukan “smaart-phon”)
- Coffee → diucapkan “ko-fi” (bukan “ka-fi”)
- Kata-kata Inggris sering kali diucapkan dengan pelafalan Indonesia, misalnya:
- Penyesuaian ejaan
- Beberapa kata Inggris disesuaikan ejaannya agar lebih mudah dibaca dan ditulis dalam bahasa Indonesia, misalnya:
- Television → Televisi
- Computer → Komputer
- Information → Informasi
- Beberapa kata Inggris disesuaikan ejaannya agar lebih mudah dibaca dan ditulis dalam bahasa Indonesia, misalnya:
- Penggunaan istilah asing tanpa terjemahan
- Beberapa kata Inggris digunakan secara langsung tanpa disesuaikan, terutama dalam bidang teknologi, bisnis, dan gaya hidup, misalnya:
- WiFi
- Online
- Download
- Upload
- Meeting
- Beberapa kata Inggris digunakan secara langsung tanpa disesuaikan, terutama dalam bidang teknologi, bisnis, dan gaya hidup, misalnya:
- Penambahan imbuhan bahasa Indonesia
- Beberapa kata Inggris diberi imbuhan bahasa Indonesia, misalnya:
- Ngetweet (dari tweet + akhiran -in)
- Ngobrol via Zoom (dari via Zoom)
- Selfiean (dari selfie + akhiran -an)
- Beberapa kata Inggris diberi imbuhan bahasa Indonesia, misalnya:
Jenis-Jenis Kata Serapan
Kata serapan dibagi menjadi tiga tingkat berdasarkan perubahan bentuknya.
1. Belum Diserap (Utuh)
Masih memakai ejaan asli.
Contoh: software, online, deadline.
2. Diserap Sebagian
Ejaan disesuaikan dengan kaidah Indonesia, tetapi bentuknya masih mirip.
Contoh: aktivitas (activity), komunikasi (communication), universitas (universiteit).
3. Diserap Sepenuhnya
Bentuknya berubah total dan tidak lagi mirip bahasa asal.
Contoh: kamar (camar), bendera (bandeira), kamis (khamis).
Aturan Penyesuaian Ejaan Kata Serapan (PUEBI)
Agar sesuai dengan fonologi bahasa Indonesia, beberapa aturan penyesuaian diterapkan.
1. Perubahan Huruf
- ph → f: philosophy → filsafat
- ch → k/c: chemistry → kimia
- qu → k: quality → kualitas
- th → t: theory → teori
- ou → u: group → grup
2. Perubahan Akhiran
- -tion → -si: education → edukasi
- -ity → -itas: activity → aktivitas
- -logy → -logi: biology → biologi
3. Penyesuaian Vokal
- ae → e: aerobic → aerobik
- oe → u: goederen → gudang
Contoh Kalimat Menggunakan Kata Serapan
- Perusahaan sedang melakukan evaluasi terhadap kinerja karyawan.
- Siswa diminta mengumpulkan tugas melalui platform digital.
- Pemerintah meningkatkan koordinasi untuk memperbaiki kualitas layanan publik.
- Ia membaca literatur untuk memperdalam pengetahuan.
Kesalahan Umum dalam Penggunaan Kata Serapan
1. Menggunakan bentuk asing padahal sudah ada bentuk baku
❌ activity
✔️ aktivitas
❌ analysis
✔️ analisis
2. Salah menulis penyesuaian ejaan
❌ kwalitas
✔️ kualitas
❌ tehnik
✔️ teknik
Kesimpulan
Kata serapan adalah bagian penting dari perkembangan bahasa Indonesia. Dengan memahami sumber, jenis, aturan penulisan, dan contoh penggunaannya, kita dapat:
- Menulis lebih tepat
- Memahami teks ilmiah
- Menghindari kesalahan ejaan
- Mengembangkan kemampuan literasi
Bahasa Indonesia akan terus berkembang, dan kata serapan menjadi jembatan yang menghubungkan kita dengan dunia global.
Ikuti media sosial dan saluran Candubelajar
Instagram : instagram.com/candubelajar.id
Saluran Whatsapp: Pecandu Belajar SNBT
tag: