Tes Kemampuan Akademik (TKA) Geografi bertujuan mengukur kemampuan murid jenjang SMA dalam memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, serta prosedural yang berkaitan dengan fenomena geosfer. Muatan uji dalam TKA Geografi tidak hanya berfokus pada hafalan teoritis, melainkan pada penalaran spasial, analisis, grafis/peta, data statistik kependudukan, dan penyelesaian masalah kontemporer terkait kebencanaan, kelestarian lingkungan, dan dinamika kewilayahan.
Secara umum, materi uji TKA Geografi menitikberatkan pada lima elemen muatan inti, yaitu:
- Wilayah tempat tinggal dan lingkungan sekitar (karakteristik, keunikan, persamaan-perbedaan wilayah).
- Proses-proses yang mempengaruhi lingkungan fisik dan sosial.
- Interaksi antar faktor/gejala fisik alam dan manusia yang berdampak bagi kehidupan.
- Cara mitigasi dan adaptasi terhadap bencana alam di lingkungan tempat tinggal dan negaranya.
- Fenomena geografi dalam kehidupan sehari-hari dan menarik manfaatnya.
KOMPETENSI
Berdasarkan kerangka acuan Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), berikut adalah kompetensi atau kemampuan dasar yang wajib dikuasai oleh peserta didik:
- Menjelaskan karakteristik wilayah, menganalisis konsep/teori dinamika penduduk, mengaitkan fisik-sosial terhadap daya dukung lingkungan, dan menerapkan metode penelitian untuk masalah kewilayahan.e4sw
- Menerapkan indikator keberhasilan pembangunan, menggunakan informasi proses alam untuk menjelaskan perubahan bentang alam, menganalisis peran manusia terhadap perubahan fisik, dan menganalisis sebaran bioma dunia.
- Menjelaskan posisi strategis Indonesia di berbagai aspek, menganalisis pemanfaatan SDA dengan informasi spasial, dan menganalisis strategi pengelolaan SDA yang berkelanjutan.
- Menganalisis risiko bencana geologis/hidroklimatologis, menjelaskan bentuk adaptasi masyarakat terhadap bencana, dan mengevaluasi efektivitas pengurangan risiko bencana.
MATRIKS ASESMEN
| Elemen/ Materi | Sub-elemen/ Submateri | Kompetensi |
| Wilayah tempat tinggal dan lingkungan sekitar (karakteristik, keunikan, persamaan-perbedaan wilayah) | Karakteristik fisik dan sosial wilayah | Menjelaskan karakteristik wilayah berdasarkan informasi spasial. |
| Konsep dan teori dasar mengenai dinamika kependudukan pada suatu wilayah tempat tinggal | Menganalisis konsep dan teori dasar mengenai dinamika kependudukan pada suatu wilayah tempat tinggal | |
| Keterkaitan antara karakteristik wilayah fisik dan sosial (kependudukan) | Menganalisis keterkaitan antara karakteristik wilayah fisik dan sosial (kependudukan) terhadap daya dukung lingkungan; | |
| Permasalahan kewilayahan | Menerapkan penelitian geografi untuk memecahkan permasalahan kewilayahan | |
| Proses yang memengaruhi lingkungan fisik dan sosial | Faktor yang berpengaruh dalam lingkungan sosial | Menerapkan indikator-indikator keberhasilan Pembangunan untuk pengembangan wilayah |
| Menganalisis konsep dinamika kependudukan dan faktor-faktor yang memenangaruhinya | ||
| Proses/fenomena yang memengaruhi lingkungan fisik | Menggunakan informasi tentang proses alam untuk menjelaskan perubahan lingkungan fisik di wilayah tertentu. | |
| Menganalisis peranan manusia dalam mengubah lingkungan fisik | ||
| Menganalisis persebaran bioma di dunia dan pengaruhnya terhadap manusia. | ||
| Interaksi antargejala fisik alam dan manusia dan pengaruhnya terhadap kehidupan | Posisi strategis Indonesia dan pengaruhnya bagi kehidupan ekonomi, sosial, budaya secara nasional maupun internasional | Menjelaskan posisi geografis Indonesia. |
| Potensi Sumber Daya Alam Indonesia terhadap dinamika kehidupan | Menganalisis pemanfaatan SDA sesuai konteks wilayah dengan menggunakan informasi (peta, data) | |
| Menganalisis pengelolaan SDA secara berkelanjutan | ||
| Cara mitigasi dan adaptasi terhadap bencana alam di lingkungan tempat tinggal dan negaranya. | Bencana geologis/ hidroklimatologis | Menganalisis ragam risiko dan faktor penyebab bencana alam. |
| Mitigasi dan adaptasi manusia terhadap bencana geologis/ hidroklimatologis | Menggunakan data atau studi kasus untuk menjelaskan bentuk adaptasi masyarakat terhadap bencana geologis atau hidroklimatologis di suatu wilayah. | |
| Mengevaluasi upaya pengurangan risiko bencana geologis/ hidroklimatologis. | ||
| Fenomena geografi dalam kehidupan sehari-hari dan manfaatnya | Peta, penginderaan jauh dan SIG (Sistem Informasi Geografis) | Menjelaskan penggunaan informasi Geospasial dalam kehidupan sehari-hari |
| Menganalisis fenomena geosfer dari peta/citra penginderaan jauh. |
RANGKUMAN MATERI PRIORITAS
1. Wilayah Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekitar
- Konsep Wilayah (Region): Memahami perbedaan antara wilayah formal (berdasarkan keseragaman seperti vegetasi atau iklim) dan wilayah fungsional (berdasarkan interaksi/titik pusat seperti kawasan Jabodetabek).
- Karakteristik & Keunikan Wilayah: Mengidentifikasi ciri khas geografis lokal hingga nasional (misalnya letak astronomis dan geografis Indonesia serta dampaknya terhadap iklim dan zona waktu).
- Persamaan & Perbedaan Antarwilayah: Analisis komparatif mengapa suatu wilayah berkembang lebih cepat dibanding wilayah lain (faktor aksesibilitas, sumber daya alam, dan SDM).
2. Proses-Proses yang Mempengaruhi Lingkungan Fisik dan Sosial
- Dinamika Litosfer & Pedosfer: Proses endogen (tektonisme, vulkanisme, seisme) dan eksogen (pelapukan, erosi, sedimentasi) serta pembentukan tanah.
- Dinamika Atmosfer & Hidrosfer: Unsur-unsur cuaca/iklim, klasifikasi iklim (Koppen, Schmidt-Ferguson), siklus hidrologi, serta potensi air permukaan dan tanah.
- Dinamika Sosial (Antroposfer): Sumber data kependudukan (sensus, survei, dan registrasi), menghitung proyeksi penduduk, piramida penduduk, serta analisis masalah kependudukan dan solusinya.
3. Interaksi Antar-Faktor Gejala Fisik Alam dan Manusia
- Interaksi Desa-Kota: Faktor pendorong dan penarik urbanisasi, teori struktur keruangan kota (Konsentris, Sektoral, dan Inti Berganda), serta dampak interaksi bagi kedua wilayah.
- Pemanfaatan Sumber Daya Alam: Pengelolaan SDA yang bijaksana, berkelanjutan (sustainable development), dan berwawasan lingkungan.
- Ketahanan Pangan, Industri, dan Energi: Analisis potensi wilayah Indonesia untuk pengembangan energi terbarukan dan kemandirian pangan.
4. Mitigasi dan Adaptasi Kebencanaan
- Karakteristik Bencana: Memetakan wilayah rawan bencana di Indonesia (gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, dan tanah longsor).
- Siklus Manajemen Bencana:
- Pra Bencana: Mitigasi (struktural & non-struktural), kesiapsiagaan, dan early warning system.
- Saat Bencana: Tanggap darurat dan evakuasi.
- Pasca Bencana: Rehabilitasi dan rekonstruksi.
- Adaptasi Perubahan Iklim: Langkah-langkah penyesuaian masyarakat terhadap fenomena global seperti El Nino, La Nina, dan kenaikan permukaan air laut.
5. Fenomena Geografi dalam Kehidupan Sehari-hari
- Prinsip & Pendekatan Geografi: Penerapan 4 prinsip (distribusi, interelasi, deskripsi, dan korologi) dan 3 pendekatan (keruangan, kelingkungan/ekologi, dan kompleks wilayah) untuk membedah kasus nyata di sekitar kita.
- Pemanfaatan Peta, PJ, dan SIG:
- Membaca dan menginterpretasi peta (menghitung skala dan kontur).
- Analisis citra Penginderaan Jauh (PJ) untuk tata guna lahan.
- Tahapan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk analisis keruangan/spasial.
Bagikan artikel ini ke teman-temanmu!
Ikuti Candubelajar di sosial media
Instagram: instagram.com/candubelajar.id
tag: kisi-kisi tka sma geografi, kisi-kisi tka geografi sma, tka geografi sma, kisi-kisi tka sma mata pelajaran geografi, materi tka geografi sma, materi tka geografi wajib, rangkuman tka geografi sma, contoh soal tka geografi sma, latihan tka geografi sma, kompetensi tka geografi sma, submateri tka geografi wajib, asesmen tka geografi sma, kisi-kisi asesmen tka geografi, persiapan tka geografi sma, pembahasan tka geografi wajib, struktur soal tka geografi sma, indikator tka geografi wajib, literasi geospasial sma, soal tka geografi kurikulum merdeka, contoh soal geografi sma tka